Pola doji, atau sering disebut formasi doji, adalah pola candlestick netral yang kuat dan merupakan sinyal konsolidasi harga antara penjual atau pembeli. Pola doji terbentuk apabila harga pembukaan dan harga penutupan saham sama atau hampir sama. Pola ini ditemukan pada abad ke-17 dan digunakan untuk trading komiditi beras di Jepang. Kita dapat menemukan pola doji ini pada seluruh time frame, misalnya setiap 5 menit atau harian (daily).

Apa itu Pola Doji?

apa itu pola doji star - long legged doji - gravestone doji - dragonfly doji - four price doji

Pola doji terdiri atas satu candle saja dan menunjukkan bahwa pasar sedang ragu mengenai arah pergerakan harga selanjutnya. Buyer dan seller sama – sama saling menunggu. Bisa saja pola doji menunjukkan pergerakan harga akan meneruskan tren sebelumnya (trend continuation), tetapi juga mungkin sebaliknya (trend reversal). Hal ini sangat bergantung dari konfirmasi bar candlestick setelahnya.

Berikut adalah beberapa jenis pola doji yang sering ditemukan dalam jual – beli saham.

1. Doji Star

Pola Doji star adalah pola doji yang paling seimbang. Simpangan harga tertinggi dan harga terendah terhadap harga pembukaan-penutupan terlihat sama. Oleh karena itu, Doji star menunjukkan kekuatan yang seimbang antara buyer dan seller dalam time frame tertentu.

Apabila doji star terbentuk pada area pucuk/over bought/jenuh beli dari pergerakan harga saat uptrend, maka kemungkinan besar harga saham akan berbalik ke arah downtrend. Sebaliknya, jika doji star terbentuk pada area lembah/over sold/ jenuh jual dari pergerakan harga downtrend, maka kemungkinan besar harga saham akan berbalik ke arah uptrend.

2. Long-Legged Doji

Pola doji star dan pola long-legged doji hampir sama. Pola ini terbentuk apabila ekor atas dan bawah hampir sama panjangnya. Dalam keadaan semacam ini terlihat bahwa buyer dan seller saring tarik menarik dengan kekuatan yang seimbang. Keadaan ini bisa berlangsung selama beberapa saat sehingga Anda disarankan untuk segera closed posisi atau jual saham yang dimiliki sampai pergerakan harga market menjadi jelas.

3. Gravestone Doji

Pola gravestone doji merupakan sinyal bearish yang terbentuk setelah uptrend mencapai nilai tertingginya. Harga penutupan saham yang rendah menunjukkan bahwa para trader telah menjual saham mereka secara masif. Pola ini lebih akurat untuk digunakan dalam time frame harian (daily) karena banyak noise yang terjadi pada time frame yang lebih pendek.

4. Dragonfly Doji

Pola dragonfly doji merupakan kebalikan dari gravestone doji. Dragonfly doji terjadi pada pergerakan harga downtrend dan menunjukkan kemungkinan bahwa harga akan berbalik ke arah uptrend. Variasi dari dragonfly doji adalah bullish hammer.

5. Four Price Doji

Pola four price doji sangatlah langka terjadi dibandingkan dengan pola doji yang lainnya. Pola ini terbentuk apabila harga pembukaan (open), harga penutupan (closed), harga tertinggi (high), dan harga terendah (low) sama persis dalam satu time frame candlestick. Pada umumnya four price doji diikuti dengan volume perdagangan yang rendah sehingga tidak bisa dianggap menjadi indikator tertentu.

Cara Menggunakan Pola Doji Dalam Trading Saham

Anda harus mengonfirmasi satu candlestick setelah doji untuk menunjukkan pergerakan harga selanjutnya. Jika bar berikutnya sejalan dengan trend sebelumnya, maka besar kemungkinan pergerakan harga akan berlanjut. Apabila bar berikutnya berbeda dengan trend sebelumnya, maka besar kemungkinan pasar akan berbalik arah (trend reversal).

Itulah pengertian tentang pola doji. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda. Anda perlu memahami bahwa saham adalah instrumen investasi yang berisiko tinggi karena harganya sangat fluktuatif. Harap bergabung dengan komunitas, seperti pelajarsaham dan ilmusaham, untuk mendapatkan ilmu yang lebih lengkap lagi.

Author

Write A Comment