Pemerintah mulai mendorong masyarakat Indonesia untuk mulai menabung atau berinvestasi sejak dini. Salah satu cara instrument investasi yang digalakkan adalah investasi saham. Hal ini ditunjukkan melalui kampanye Yuk Nabung Saham yang dipopulerkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kampanye Yuk Nabung Saham ini untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap pasar modal Indonesia dan ketertarikan untuk berinvestasi di saham. Selain itu, kampanye ini juga dimaksudkan untuk mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia dari menabung menjadi berinvestasi sehingga kebiasaan masyarakat Indonesia bergerak dari saving society menjadi investing society.

Dengan mengikuti program Yuk Nabung Saham, maka masyarakat dapat berinvestasi di pasar modal dengan setoran dana mulai dari Rp 100.000,- saja di seluruh perusahaan sekuritas yang telah berkerja sama.

Sebelum mengenal mengenai keuntungan membeli saham, Anda perlu memahami mengenai salah satu prinsip investasi yaitu : High Risk, High Return. Prinsip investasi ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi potensi keuntungan yang diberikan, maka semakin tinggi pula risiko yang ada.

Apabila ada yang memberikan janji manis bahwa investasi saham dapat memberikan keuntungan tinggi tanpa ada risiko, maka dapat dipastikan itu adalah investasi bodong. Oleh karena itu, izinkan saya untuk membagikan potensi keuntungan dan kerugian ketika membeli saham. Yuk kita simak bersama.

Keuntungan Berinvestasi Saham

  1. Diakui sebagai pemilik. Ketika Anda memiliki saham, maka Anda dapat dianggap sebagai pemilik dari perusahaan yang sahamnya Anda miliki. Bahkan Anda dapat ikut serta dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menentukan arah dan strategi bisnis perusahaan.
  2. Menerima dividen. Salah satu keuntungan ketika trading saham adalah mendapatkan dividen. Dividen adalah pembagian keuntungan atas kinerja perusahaan kepada para pemegang sahamnya. Pada umumnya, perusahaan yang melakukan pembagian dividen adalah perusahaan berkapitalisasi besar (blue chip). Perusahaan yang berkapitalisasi kecil jarang membagikan dividen karena menahan laba-nya untuk ekspansi usaha.
    Apakah perusahaan akan membagikan dividen dan besarnya dividen yang akan dibagikan ditentukan melalui RUPS. Walaupun dividen tunai memiliki nilai yang relatif kecil, tetapi dapat menjadi pemasukan rutin bagi para investor. Nilai dividen yang diterima oleh pemegang saham berkisar di angka 3% – 8% dari harga saham.
  3. Capital gain. Capital gain merupakan keuntungan yang didapatkan ketika kita berhasil menjual saham dengan harga yang lebih tinggi daripada harga beli. Selisih ini bisa didapatkan karena terjadi pergerakan harga saham di pasar karena hukum permintaan dan penawaran.
    Sebagai contoh, saya membeli saham Bank BCA dengan harga Rp 26.000,- pada tanggal 1 Januari 2019. Per 1 Januari 2020, harga saham Bank BCA telah menyentuh harga Rp 33,450. Dengan kata lain, saya mendapatkan keuntungan sebesar Rp 7.450 atau 29% selama tahun 2019. Wow!

Risiko Berinvestasi Saham

  1. Tidak mendapatkan dividen. Perlu diingat bahwa hanya perusahaan yang performance-nya bagus yang akan mendapatkan keuntungan. Lalu bagaimana kalau perusahaan melaporkan kerugian pada laporan keuangannya? Sudah jelas Anda tidak akan mendapatkan dividen sama sekali.
    Kerugian yang terjadi secara terus – menerus akan menggerus modal perusahaan sehingga berdampak buruk pada investasi Anda.
  2. Potential loss. Pergerakan market memang memungkinkan Anda untuk mendapatkan capital gain ketika harga saham bergerak naik. Namun, terdapat risiko dalam berinvestasi saham ketika terjadi penurunan harga saham. Loss atau kerugian terjadi ketika ada selisih rugi antara harga jual dan harga beli saham.
  3. Perusahaan bangkrut. Bangkrutnya sebuah perusahaan merupakan nightmare atau risiko terburuk yang dapat menimpa para pemegang saham. Hal ini terjadi ketika perusahaan mengalami kerugian dari waktu ke waktu atau terjadi miss management seperti penipuan. Perusahaan yang bangkrut akan menjual seluruh asetnya dan hasilnya dipakai terlebih dahulu untuk membayar hutang dan membayar kewajiban seperti gaji karyawan.
    Apabila masih ada sisa dari penjualan asset tersebut, baru Anda mendapatkan hak Anda.

Itulah keuntungan dan risiko membeli saham yang perlu Anda pahami sebagai investor. Para trader harus bijak dalam memilih saham sehingga dapat memberikan keuntungan. Lakukan analisa secara komprehensif dan membaca berita untuk mengetahu perkembangan pasar modal terkini sehingga potensi cuan menjadi maksimal. Jangan sampai salah dalam membeli saham dan malah mendapatkan kerugian terus – menerus. Semoga sukses!

Author

Write A Comment