Cara melakukan analisis saham – Per tanggal 3 Januari 2020, terdapat 321 perusahaan yang tercatat sebagai perusahaan terbuka di papan utama Bursa Efek Indonesia (BEI). Daftar perusahaan tersebut dapat Anda lihat di dalam website utama mereka, yaitu idx.co.id.

Walaupun terdapat ratusan saham perusahaan yang tercatat di BEI, tetapi tidak semuanya memiliki potensi yang bagus untuk menghasilkan keuntungan bagi kita. Sebagai seorang investor kita harus dapat memilih beberapa perusahaan untuk memaksimalkan cuan yang sesuai dengan profil risiko dan keinginan kita.

Terdapat 3 cara analisis saham yang dapat membantu kita untuk menemukan saham dengan performance terbaik. Yuk kita simak bersama.

Cara Analisis Saham

1. Analisis Fundamental

Cara membuat analisis fundamental yang paling menguntungkan adalah analisis fundamental. Analisis fundamental adalah sebuah metode untuk menganalisis apakah nilai pasar dari saham tersebut lebih murah atau lebih mahal daripada nilai asli-nya.

Sebagai contoh, Anda tahu bahwa harga emas di pasaran adalah Rp 500.000,- per gram. Apabila ada yang menjual dengan harga Rp 600.000,- per gram, apakah Anda akan membelinya? Saya rasa sih tidak ya. Lalu bagaimana kalau ada yang menjualnya dengan harga Rp 450.000,- per gram? Tanpa pikir panjang sih langsung saya beli!

Nah, itu adalah contoh cara membuat analisis saham secara fundamental. Para analisis fundamental ini kemudian disebut sebagai investor. Investor dapat menghitung dan memproyeksikan outlook suatu saham berdasarkan kondisi ekonomi, sektor industri, serta laporan keuangan.

Dalam melakukan analisis saham secara fundamental, investor perlu rajin untuk membaca berita – berita terkini mengenai pasar modal dan kondisi ekonomi terbaru. Selain itu, investor juga wajib untuk membaca laporan keuangan perusahaan tersebut sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada saham tertentu.

2. Analisis Teknikal

Analisis teknikal merupakan sebuah metode untuk memperkirakan nilai sebuah saham di masa mendatang menggunakan pengukuran statistik dan rumus matematika berdasarkan data historis pergerakan harga saham di masa lalu. Seseorang yang melakukan analisis saham secara teknikal disebut dengan trader.

Para trader percaya bahwa pergerakan harga saham akan membentuk sebuah pola (pattern) tertentu.  Biasanya trader akan membuka grafik dan menggunakan alat bantu analisis seperti candlestick dan moving average (MA).

3. Analisis Bandarmologi

Analisis bandarmologi merupakan salah satu cara baru melakukan analisis sebuah saham. Ada anggapan bahwa terdapat sekelompok orang yang dapat memanipulasi pergerakan harga saham di pasaran karena memiliki modal yang kuat. Saham perusahaan yang dimanipulasi oleh bandar selanjutnya disebut dengan saham gorengan.

Pada umumnya, bandar dapat memanipulasi pergerakan harga saham terhadap saham perusahaan yang berkapitalisasi kecil. Hal ini dikarenakan semakin besar kapitalisasi dari perusahaan, maka semakin besar pula modal yang diperlukan oleh bandar.

Kedua metode analisis sebelumnya tidak dapat memprediksi aksi bandar ini. Oleh karena itu, lahirlah cara analisis saham yang kerap disebut bandarmologi.

Itulah 3 cara membuat analisis saham dari Pelajar Saham. Manakah yang terbaik menurut Anda? Komen di bawah ya.

Author

Write A Comment