Analisis fundamental saham merupakan teknik yang digunakan oleh investor untuk membuat keputusan dalam jual beli saham. Secara umum, analisis fundamental membandingkan harga market value dan intrinsic value dari saham tersebut.

Sebagai contoh, harga saham Bank Mandiri (kode emiten : BMRI) per 2 Desember 2019 adalah Rp 7,750. Ini adalah harga market value dari Bank Mandiri saat ini. Apakah itu terlalu mahal? Atau malah terlalu murah?

Untuk menjawab soal di atas, kita memerlukan harga pembanding untuk mengetahuinya. Itulah fungsi dari intrinsic value. Untuk menghitung intrinsic value tersebut kita harus menggunakan analisis fundamental saham.

Tim Pelajar Saham akan membahas mengenai cara melakukan analisis fundamental saham pada artikel ini. Kami mencoba untuk membahasnya secara komprehensif, mulai dari definisi, fungsi dan teknik analisis yang telah digunakan untuk memilih saham terbaik.

Apa itu analisis fundamental?

Analisis fundamental adalah teknik analisis yang mempertimbangkan berbagai faktor untuk menemukan intrinsic value atau nilai wajar dari suatu saham. Faktor yang dianalisis meliputi kondisi makroekonomi, sektor industri, kapitalisasi pasar, volume perdagangan saham, kondisi keuangan perusahaan, bahkan profil management dari perusahaan itu sendiri.

Melalui pengecekan saham secara komprehensif, calon investor dapat memperkirakan apakah perusahaan tersebut berada dalam kondisi yang sehat atau tidak. Dengan begitu, investor dapat memutuskan untuk melakukan buy (beli), sell (jual), atau hold (tahan).

Apa fungsi analisis fundamental?

Terdapat beberapa fungsi dari analisis fundamental saham ketika kita berinvestasi di saham, yaitu :

  1. Memilih saham. Dengan melakukan analisis industri dan laporan keuangan perusahaan, maka kita akan terhindar dari saham – saham kelas tiga atau gorengan.
  2. Mengetahui harga wajar. Analisis fundamental sering digunakan untuk melakukan valuasi sebuah saham. Pada umumnya, valuasi saham dilakukan dengan menghitung ratio keuangan seperti Price Earning Ratio (PER), Price to Book Value Ratio (PBV), dan Discounted Dividend Model (DDM).
  3. Membuat action plan yang tepat. Dengan mengetahui kondisi makroekonomi dari Indonesia, maka kita dapat mengetahui apakah investasi saham lebih menjanjikan dibandingkan dengan instrument pasar modal lainnya.

Apa yang dibutuhkan untuk melakukan analisis fundamental saham?

Analisis fundamental pasti memerlukan data yang factual dan akurat sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut dapat diperoleh dari laporan keuangan yang dipublish di website resmi perusahaan dan BEI, statistik dari BPS, data ekonomi, serta portal berita. Berikut adalah beberapa sumber yang dapat Anda jadikan referensi :

  1. Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) untuk mendapatkan data ekonomi terbaru.
  2. Berita perusahaan yang bisa Anda dapatkan melalui majalah dan portal online seperti co.id dan bisnis.com.
  3. Data laporan keuangan yang dirilis di website perusahaan masing – masing. Atau Anda dapat download aplikasi RTI Business di smartphone Anda untuk melihat data keuangan yang telah diolah secara baik dan lengkap.

Cara membuat analisis fundamental

Pada prakteknya, investor akan membuat dan menggunakan ratio keuangan sebagai pertimbangan utama dalam melakukan identifikasi saham – saham yang memiliki fundamental baik dan berpotensi besar untuk menghasilkan keuntungan.

Hal ini dilakukan dengan membedah isi dari laporan keuangan perusahaan tersebut selama lima tahun berturut – turut.

1. Pertumbuhan pendapatan

Pada umumnya, perusahaan yang memiliki kinerja baik akan mencatatkan pendapatan yang meningkat setiap tahunnya. Nilai pendapatan dari perusahaan tersebut pada tahun berjalan tidaklah begitu penting. Yang penting adalah peningkatan pendapatan dari tahun ke tahun!

Sebagai contoh, PT Bank Central Asia (BBCA) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 63 Triliun di tahun 2018, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menyentuh angka Rp 57 Triliun.

2. Pertumbuhan laba bersih

Setelah investor memeriksa bahwa pendapatan perusahaan tersebut telah meningkat, selanjutnya Anda perlu memeriksa laba bersih dari perusahaan tersebut. Jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang. Pendapatan memang besar, tetapi pengeluaran lebih besar lagi.

Saya merekomendasikan perusahaan dengan pertumbuhan laba bersih yang konsisten.

Sebagai contoh, BCA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 23,3 Triliun pada tahun 2017 dan meningkatn menjadi Rp 25,9 Triliun pada tahun 2018.

3. Komposisi laba bersih

Selain melihat bahwa perusahaan tersebut untung. Ada baiknya, kita melihat komposisi laba bersih perusahaan tersebut. Maksudnya?

Misalnya saja PT ABC merupakan pengembang properti, maka PT ABC seharusnya mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan properti tersebut. Apabila penjualan properti PT ABC merugi, tetapi laba bersihnya naik maka bisa jadi kontribusi laba tersebut diperoleh bukan dari bisnis intinya. Hal ini tidak direkomendasikan.

4. Analisis ROE (Return on Equity)

Analisis fundamental saham perusahaan juga dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu ratio keuangan, yaitu ROE.  ROE atau return on equity adalah perbandingan antara laba bersih dan modal perusahaan tersebut.

Sebagai contoh, PT ABC dan PT XYZ memiliki modal kerja sebesar Rp 100 juta. Setelah beroperasi selama 1 tahun … PT ABC mendapatkan keuntungan sebesar Rp 20 juta, sedangkan PT XYZ mendapatkan Rp 30 juta.

Saya yakin Anda dengan mudah dapat mengatakan bahwa PT XYZ lebih baik daripada PT ABC dalam menghasilkan keuntungan. Kami merekomendasikan Anda untuk memilih saham dari perusahaan dengan ROE diatas 20% atau setidaknya lebih tinggi daripada inflasi.

5. Analisis DER (Debt to Equity Ratio)

Kita tidak boleh mengesampingkan kondisi hutang perusahaan ketika melakukan analisa fundamental saham perusahaan. Perusahaan yang memiliki terlalu banyak hutang akan memiliki beban biaya bunga yang besar sehingga menggerus keuntungan perusahaan.

Itulah cara analisis fundamental saham yang praktis dilakukan untuk kamu yang baru belajar. Ini hanyalah contoh sederhana yang biasanya dilakukan tim pelajarsaham untuk melakukan screening awal terhadap saham – saham terbaik.

Disclaimer : Artikel ini bukanlah artikel promosi. Seluruh brand atau perusahaan yang disebutkan hanya untuk contoh sehingga pembaca lebih mudah untuk memahami.

Author

Write A Comment