Apa itu struktur modal? Setiap peluang bisnis yang dibangun menjadi toko offline ataupun toko online … pastinya perlu memiliki modal. Walaupun bukan dalam bentuk uang, Anda pasti perlu untuk menginvestasikan waktu dan tenaga Anda.

Bahkan rasanya tidak mungkin apabila bisnis telah berkembang dan menjadi besar, maka peran modal uang menjadi sangat penting untuk mendanai usaha.

Kali ini Pelajar Saham akan membahas mengenai struktur modal keuangan yang dimiliki oleh perusahaan.

Apa itu struktur modal?

Berdasarkan definisi dari Investopedia, struktur modal adalah suatu kombinasi khusus dari hutang dan ekuitas (modal sendiri) yang digunakan oleh perusahaan untuk membiayai operasional dan mengembangkan usahanya.

Hutang tersebut dapat berupa pinjaman ke bank ataupun obligasi, sedangkan ekuitas dapat berupa saham biasa atau saham preferen. Selain itu, hutang jangka pendek seperti modal kerja dapat dianggap sebagai bagian dari struktur modal.

Komponen struktur modal

Apabila perusahaan menerbitkan laporan keuangan secara rutin, maka Anda dapat melihat struktur modal berupa utang dan ekuitasnya dalam neraca keuangan. Terdapat beberapa komponen di dalam struktur modal, yaitu :

1. Ekuitas

Ekuitas adalah hak kepemilikan atas kekayaan bersih perusahaan. Pada umumnya, ekuitas terdiri dari dari modal dasar, penyertaan modal saham, dan sisa laba ditahan (retained earning). Penjelasan lebih lanjut adalah sebagai berikut :

1.1. Modal dasar

Modal dasar adalah seluruh nilai nominal saham perseroan yang dituangkan dalam anggaran dasar perusahaan. Pada umumnya, modal dasar berasal dari pemilik perusahaan dan diinvestasikan untuk mendukung operasional dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.

1.2. Penyertaan modal

Penyertaan modal atau modal ditempatkan adalah proporsi dari perusahaan yang ditebus oleh pihak ketiga. Pihak ketiga ini kemudian terlibat menjadi pemilik dari perusahaan dan dibuktikan melalui kepemilikan saham.

Baca juga : Apa itu Saham?

1.3. Retained earning

Laba ditahan atau retained earning adalah sebagian keuntungan yang ditahan oleh perusahaan dan tidak dibagikan dalam bentuk dividen kepada para pemegang saham.

Tujuan utama dari retained earning adalah untuk berinvestasi dan mengembangkan usaha sehingga bisnis perusahaan bisa lebih berkembang ke depannya.

1.4. Revaluasi

Nilai asset atau aktivasi dari perusahaan selalu berubah dari tahun ke tahun. Perubahan tersebut dapat berupa kenaikan harga asset seperti harga tanah yang menjadi lebih mahal atau penurunan harga asset karena terjadi depresiasi asset.

Baca juga : Cara menghitung depresiasi aset (+ contoh soal)!

1.5. Modal lain – lain

Keuntungan perusahaan tidak hanya berbentuk dividen atau retained earning, tetapi dapat dicadangkan untuk peristiwa – peristiwa tidak terduga. Cadangan modal ini tidak boleh dibagikan kembali sebagai dividen.

2. Hutang

Hutang merupakan modal yang berasal dari luar perusahaan dan harus dikembalikan kepada peminjamnya dalam bentuk pokok dan bunga.

Ketika suatu perusahaan memutuskan untuk mengambil hutang, maka perusahaan perlu mempertimbangkan beban bunga yang akan timbul dari hutan tersebut.

Semakin besar hutang yang diambil oleh perusahaan, maka semakin tinggi leverage keuangan dari perusahaan tersebut sehingga investor akan terpapar risiko gagal bayar. Berdasarkan jangka waktunya, hutang dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

2.1. Hutang jangka pendek (short term debt)

Hutang jangka pendek merupakan hutang yang harus dilunaskan dalam jangka waktu selama – lamanya satu tahun. Salah satu bentuk hutang jangka pendek yang paling sering ditemui adalah hutang dagang untuk membeli barang.

Sebagai contoh, saya membeli handphone dari distributor dan akan dijual kembali melalui toko online terbaik dan terpercaya. Saya dapat meminta penundaan pembayaran kepada distributor sehingga bisa membayar handphone tersebut setelah berhasil terjual atau setelah jangka waktu yang telah ditentukan.

2.2. Hutang jangka panjang (long term debt)

Hutang jangka panjang adalah hutang yang jatuh temponya lebih dari satu tahun. Salah satu bentuk hutang jangka panjang adalah Kredit Investasi (KI) atau Obligasi. Pada umumnya, hutang jangka panjang memiliki nominal yang jauh lebih tinggi daripada hutang jangka pendek. Selain itu, kreditur juga perlu memberikan jaminan berupa aset yang bisa dijual apabila kreditur gagal untuk membayar kembali hutang tersebut.

Kesimpulan

  • Struktur modal merupakan cara suatu perusahaan untuk membiayai operasional dan pengembangan usaha.
  • Pada umumnya, hutang terdiri dari uang pinjaman dan bunga yang dibayarkan kepada pemberi pinjaman yang jatuh tempo dalam waktu tertentu.
  • Ekuitas terdiri dari ownership dalam perusahaan, tanpa perlu mengembalikan investasi apapun.
  • Perbandingan antara debt (hutang jangka panjang) dan equity dalam rasio Debt-to-Equity (D/E atau DER) berguna dalam menentukan tingkat risiko praktik pinjaman oleh perusahaan.
Author

Write A Comment