Apa itu saham? Saya yakin bahwa Anda pasti pernah mendengar kata “saham” melalui media informasi. Apalagi kemajuan jaman mendorong pertukaran informasi secara real time melalui genggaman tangan kita.

Walaupun sering mendengar kata “saham”, saya yakin tidak sedikit orang yang memahami mengenai saham. Bahkan banyak para sarjana dan memiliki pendidikan cukup pun tidak mempunyai gambaran yang jelas mengenai apa itu saham.

Bahkan mereka yang bekerja di sektor finansial, seperti perbankan dan asuransi juga jarang memiliki pengetahuan yang cukup mengenai instrument investasi pasar modal secara utuh.

Kali ini Pelajar Saham akan membahas mengenai saham secara mendalam.

Apa itu Saham?

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas sebuah perusahaan. Ini adalah metode yang digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan modal bisnis dalam rangka ekspansi usaha dan atau membayar hutang dagang.

Hal ini juga memberikan keuntungan kepada para investor karena dengan membeli saham suatu perusahaan, maka Anda memiliki hak atas perusahaan tersebut. Salah satu keuntungan dari membeli saham adalah Anda diakui sebagai pemilik dan dapat menerima dividen tunai.

Baca juga : Keuntungan dan risiko membeli saham

Ilustrasi Mengenai Saham

Seluruh perusahaan di dunia mempunyai struktur permodalan dalam menjalankan usaha mereka. Beda skala usaha, berbeda pula aturan main yang digunakan. Dalam penjelasan kali ini, kita akan menjelaskan mengenai perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT).

Pada awalnya, sebuah PT didirikan dengan menggunakan modal dari para pendirinya.

Misakan saya dan Caca mendirikan PT ABC yang bergerak di bidang usaha konsultan keuangan keluarga dengan modal Rp 1 Miliar. Saya menyetor sebesar Rp 600 juta dan Caca menyetor Rp 400 juta, maka komposisi kepemilikan saham-nya adalah :

  • Andre mempunyai 60% saham
  • Caca mempunyai 40% saham

Apabila selanjutnya seluruh modal tersebut disetarakan dengan 10 juta lembar saham, maka :

  • PT ABC mengeluarkan 10 juta lembar saham dengan harga saham per lembarnya Rp 100,-
  • Andre memiliki 6 juta lembar saham
  • Caca memiliki 4 juta lembar saham
porsi kepemilikan pelajarsaham sebelum IPO
porsi kepemilikan pelajarsaham sebelum IPO

Setelah 5 tahun berjalan, PT ABC sukses dalam usahanya dan berhasil meningkatkan asset mereka sampai Rp 5 Miliar dengan keuntungan bersih sebesar Rp 1 Miliar setiap tahunnya. Bahkan riset dari PT ABC membuktikan bahwa masih banyak potensi market yang bisa digarap dan diperlukan ekspansi bisnis, tetapi modal perusahaan yang Rp 5 Miliar tersebut tidak dapat lagi untuk mendukung ekspansi bisnis tersebut secara massif.

Terdapat beberapa pilihan yang dapat diambil oleh PT ABC, seperti :

  1. Berhutang kepada bank
  2. Pemilik menambahkan modal
  3. Atau PT ABC dapat menjaring investor dengan menerbitkan sahamnya kepada public.

Apabila PT ABC memutuskan untuk mengambil keputusan nomor 3, maka Anda dapat membeli saham perusahaan tersebut di Bursa Efek Indonesia melalui perusahaan sekuritas.

porsi kepemilikan pelajarsaham sesudah IPO
porsi kepemilikan pelajarsaham sesudah IPO

Baca juga : Cara memilih perusahaan sekuritas yang efektif

Tipe Saham

Terdapat 2 tipe saham, yaitu saham preferen (preferred stock) dan saham biasa (common stock). Saham biasa memiliki tanggung jawab yang terbatas sebesar modal yang diinvestasikan dan berhak untuk mengikuti RUPS dalam memilih management dari perusahaan tersebut.

Sedangkan saham preferen disebut sebagai saham campuran karena memiliki sifat gabungan antara obligasi dan saham biasa. Dengan begitu, pemegang saham preferen akan mendapatkan prioritas untuk mendapatkan dividen dan juga berpotensi untuk mendapatkan capital gain melalui pergerakan harga saham.

Baca juga : Apa itu Saham Syariah? Investor wajib masuk!

Masing – masing tipe saham memiliki kelebihan dan kekurangannya. Oleh karena itu, kita perlu bijak untuk memilihnya.

Ikuti terus Pelajar Saham untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai saham. Semoga bermanfaat!

Author

Write A Comment