Apa itu saham blue chip? Bagi mereka yang telah mengenal dunia investasi, khususnya instrument pasar modal, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah saham. Saham adalah surat berharga yang menunjukkan kepemilikan investor atas suatu perusahaan.

Seorang investor konservatif akan cenderung untuk menghindari investasi saham, sedangkan investor agresif akan sangat menyukai investasi saham. Investor agresif akan sangat menyukai investasi di BEI karena mereka tidak takut untuk mengambil risiko serta ingin mendapatkan imbal hasil yang lebih besar.

Hal ini sejalan dengan prinsip investasi yaitu: HIGH RISK, HIGH RETURN. Jadi bisa dikatakan bahwa risiko suatu investasi sejalan dengan tingkat keuntungan yang akan didapatkan nantinya. Oleh karena itu, tim Pelajar Saham berupaya untuk memberikan Anda informasi yang edukatif dan cukup untuk mengurangi risiko dan mengoptimalkan pendapatan.

Apabila Anda tertarik untuk terjun dan berinvestasi di saham, Anda sebaiknya mulai dari saham blue chip. Minggu ini kita akan mengupas tuntas mengenai apa itu saham blue chip.

Apa itu Saham Blue Chip?

Para ahli keuangan seringkali merekomendasikan saham blue chip bagi investor pemula. Banyak analis saham yang juga merekomendasikan saham blue chip untuk investasi jangka panjang untuk memastikan imbal hasil yang optimal.

Salah satu definisi dari saham blue chip adalah saham – saham unggulan di pasar modal dan memiliki kapitalisasi tinggi. Definisi ini tidaklah keliru karena saham blue chip memang menggambarkan saham dengan kualitas terbaik yang ada di BEI.

Menurut kami, definisi saham blue chip adalah saham unggulan yang ada di bursa efek karena memiliki kinerja perusahaan yang bagus dan konsisten sepanjang jaman. Salah satu indikator saham blue chip adalah perusahaan konsisten membagikan dividen dan harga saham hari ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 3 – 5 tahun lalu.

Saham yang termasuk di dalam kategori blue chip seringkali menjadi pilihan utama investor institusi, seperti DPLK dan asuransi.

Baca juga : Mengenal 2 Lembaga BPJS : BPJS Ketenagakerjaan vs BPJS Kesehatan

Salah satu cara untuk melihat daftar saham blue chip adalah membuka indeks LQ45. Indeks LQ45 bertujuan untuk memberikan informasi yang objektif kepada praktisi keuangan dan pemerhati pasar modal untuk memonitor pergerakan harga saham.

Dikutip dari Wikipedia, Indeks LQ45 merupakan 45 perusahaan yang telah memenuhi kriteria tertentu, yaitu termasuk dalam perusahaan dengan kapitalisasi tertinggi dan memiliki kondisi keuangan yang baik.

Yang perlu saya ingatkan adalah tidak semua saham dalam indeks LQ45 adalah saham blue chip. Sebaliknya, tidak semua saham blue chip termasuk dalam indeks LQ45. Beberapa contoh saham blue chip adalah Bank Mandiri (BMRI), BCA (BBCA), Telkom (TLKM), Unilever (UNVR), dan Kalbe Farma (KLBF).

Kesimpulan

Pada umumnya, saham blue chip dimiliki oleh perusahaan dengan kapitalisasi tinggi. Perusahaan tersebut haruslah memiliki produk dan layanan yang dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia secara luas.

Karena bisnis yang konsisten dan kompeten inilah yang membuat saham blue chip memiliki kinerja keuangan yang stabil dan wajar. Perusahaan dapat tetap bertahan walaupun terjadi perlambatan ekonomi.

Semoga penjelasan di atas dapat membantu Anda untuk memilih saham blue chip yang akan masuk portfolio investasi Anda. Salam investasi saham!

Author

Write A Comment