Apa itu indeks harga saham? Pada dasarnya, indeks adalah suatu indikator atau ukuran yang dapat diterapkan pada segala sesuatu. Di dalam pasar modal, indeks digunakan secara luas oleh para praktisi keuangan dan pemerhati pasar modal. Indeks yang dimaksud adalah indeks harga saham dan indeks harga obligasi.

 

Apa itu Indeks Harga Saham?

Secara umum, indeks harga saham adalah cerminan pergerakan seluruh harga saham yang termasuk di dalam daftar indeks tersebut. Apabila indeks harga saham bergerak naik, maka harga mayoritas saham yang diukur bergerak naik. Sebaliknya … apabila indeks harga saham bergerak turun, maka harga mayoritas saham yang diukur bergerak turun.

Investor dapat melihat pergerakan indeks harga saham untuk mendapatkan gambaran umum mengenai performa harga saham – saham yang dimiliknya.

Selain itu, investor juga mendapatkan “alarm” apabila indeks harga saham bergerak terlalu cepat. Hal ini menunjukkan bahwa adanya informasi berita yang berdampak nasional dengan berbagai alasan, seperti insentif pemerintah atau terjadi krisis.

Saat ini, indeks harga saham digunakan sebagai acuan untuk instrument investasi, seperti reksadana, obligasi, atau Exchange Traded Fund (ETF).

 

Jenis Indeks Harga Saham

Bursa Efek Indonesia memiliki 22 jenis indeks saham. Dikutip dari lama ojk.go.id, pembagian indeks ini didasarkan atas beberapa kriteria tertentu, yaitu:

  1. Semua saham tercatat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengukur pergerakan semua saham yang tercatat di BEI.
  2. Kriteria ini diberikan kepada saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik, seperti Indeks LQ45, Indeks IDX30, Indeks IDX80, Indeks Kompas100, Indeks Bisnis 27, Indeks Investor33,dan Indeks MNC36. Indeks-indeks ini diterbitkan dan dikelola pihak ketiga di luar BEI.
  3. Kapitalisasi kecil. Indeks yang mengukur performa harga dari saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar kecil dan menengah seperti Indeks IDX SMC Composite, Indeks IDX SMC, dan Indeks Pefindo25.
  4. Saham syariah. Indeks yang mengukur performa harga saham yang dinyatakan sebagai saham syariah sesuai dengan Daftar Efek Syariah (DES) yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni Indeks Saham Syariah (ISSI), Jakarta Islamic Index (JII), dan Jakarta Islamic Index 70 (JII70).
  5. Sektoral. Indeks yang mengukur performa harga seluruh saham dari masing-masing sektor industri yang terdapat pada klasifikasi Jakarta Stock Industrial Classification (JASICA) antara lain. Indeks Pertanian; Indeks Pertambangan; Indeks Keuangan; Indeks Manufaktur; Indeks Aneka Industri; Indeks Industri Barang Konsumsi; Indeks Industri Dasar dan Kimia; Indeks Properti, Real Estat, dan Konstruksi Bangunan; Indeks Infrastruktur, Utilitas, dan Transportasi; dan Indeks Perdagangan, Jasa, dan Investasi.
  6. Papan pencatatan. Indeks yang mengukur performa harga seluruh saham tercatat sesuai dengan papan pencatatannya, yakni Indeks Papan Utama (Main Board Index) dan Indeks Papan Pengembangan (Development Board Index).
  7. SRI. Indeks yang mengukur performa harga saham dari emiten yang memiliki kinerja yang baik dalam mendorong usaha-usaha berkelanjutan serta memiliki kesadaran terhadap lingkungan hidup, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik (Sustainable and Responsible Investment), yakni Indeks SRI KEHATI. Indeks ini diluncurkan dan dikelola bekerja sama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Yayasan KEHATI).
  8. Dividen yield. Indeks yang mengukur performa harga dari saham-saham yang membagikan dividen tunai selama tiga tahun terakhir dan memiliki dividend yield tinggi yakni Indeks IDX High Dividend 20.
  9. Perusahaan negara. Indeks yang mengukur performa harga atas saham-saham perusahaan BUMN, BUMD, dan afiliasinya yakni Indeks IDX BUMN 20.
  10. Perbankan. Indeks yang mengukur performa dari 15 saham perbankan yang memiliki fundamental dan likuiditas yang baik yakni Indeks Infobank15.
  11. Infrastruktur. Indeks yang terdiri dari 18 saham yang konstituennya dipilih dari sektor-sektor infrastruktur, penunjang infrastruktur, dan pembiayaan infrastruktur yakni Indeks SMinfra 18.
  12. Investment grade. Indeks yang mengukur performa harga dari 30 saham emiten-emiten yang memiliki peringkat investment grade dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) (idAAA hingga idBBB-) yang berkapitalisasi pasar paling besar yakni Indeks PEFINDO i-Grade.

 

Indeks Harga Saham Dunia

Berikut adalah tabel yang memuat indeks harga saham dari seluruh belahan dunia.

NoNegaraNama Indeks Harga Saham
1AmerikaDow Jones, Nasdaq, S&P
2JepangNikkei 225
3JermanDAX 30
4InggrisFTSE 100
5PrancisCAC 40
6Korea SelatanKOSPI
7Hong KongHang Seng
8EropaEuro Stoxx 50
9BelandaAEX Amsterdam
10AfricaJSE
11IndiaSENSEX
12SingapuraSTI
13AustraliaASX
14MalaysiaKLCI
15IndonesiaIHSG, LQ45

Baca juga : Keuntungan dan Risiko Membeli Saham

Itulah pengertian apa itu indeks harga saham. Jangan lupa share kalau kamu merasa informasi ini bermanfaat.

Author

Write A Comment