Sebagai seorang investor, Anda wajib untuk mengerti tentang seluk beluk dunia investasi. Jangan sampai Anda hanya ikut – ikutan kata orang. Salah satu pengetahuan yang wajib Anda pahami adalah mengenai indeks harga saham yang ada di Indonesia. Indeks harga saham yang paling terkenal di Indonesia adalah Indeks Harga Saham Gabungan, disingkat IHSG. Nah, apa sih ihsg itu?

Apa itu IHSG?

IHSG adalah indikator pergerakan harga saham yang menggambarkan tren pergerakan seluruh harga saham di pasar modal Indonesia. IHSG diperkenalkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 1 April 1983.

Walaupun begitu, hari dasar dalam perhitungan IHSG adalah tanggal 10 Agustus 1982. Pada awalnya, hanya ada 13 emiten yang tergabung dalam IHSG dengan nilai dasar Rp 100,-.

Per tanggal 18 Januari 2020, harga IHSG adalah Rp 6.291,-. Berarti IHSG telah naik 62x lipat sejak diperkenalkan pertama kali pada 38 tahun lalu.

Tujuan IHSG

IHSG memiliki tiga tujuan utama, yaitu:

1. Tolak ukur kinerja

Sebagai seorang manajer investasi, saya perlu mengetahui apakah return dari portfolio saham saya telah maksimal atau belum. Oleh karena itu, saya membandingkan hasil kinerjanya dengan dua indikator, yaitu IHSG dan inflasi.

Misalnya dalam kurun waktu 5 tahun terakhir menunjukkan bahwa tingkat inflasi adalah 60% dan kinerja IHSG adalah 115%. Maka saya berhasil apabila return portfolio saham lebih dari 115%.

Apabila kurang dari itu, maka saya harus membaca lebih banyak mengenai apa itu saham serta mempelajari cara melakukan analisa saham yang terbaik. Hal ini penting untuk mengevaluasi strategi investasi yang Anda lakukan.

2. Menghitung keuntungan

Kita dapat menghitung rerata keuntungan apabila kita berinvestasi di pasar saham. Per 17 Januari 2020, IHSG kembali menunjukkan keperkasaannya dengan mencapai nilai Rp 6.291,- … sedangkan 10 tahun yang lalu, IHSG hanya bernilai Rp 2.647.

Kita dapat menghitung secara sederhana bahwa IHSG meningkat sebesar 238%. Secara rata – rata per tahun, keuntungan berinvestasi di pasar saham adalah 238%/10 tahun = 23,8%. Wow! Jauh lebih tinggi daripada bunga deposito.

Perlu Anda ingat. Angka return tersebut belum termasuk keuntungan dari dividen loh! Bisa dikatakan … nilai waktu dari uang kita akan semakin meningkat dari waktu ke waktu.

3. Memprediksi tren pasar

Indeks harga saham merepresentasikan rata – rata harga kelompok saham. Nah, IHSG dapat menjadi indikator utama karena seluruh saham di BEI masuk dalam perhitungannya. Harga IHSG terupdate dapat Anda cek di website IDX.

Sebagai catatan, persentase kenaikan dan penurunan IHSG merupakan kolektibilitas dan mungkin berbeda dengan detail harga per masing – masing saham. Terkadang ada kinerja saham yang jauh lebih tinggi (atau lebih rendah) dibandingkan dengan pergerakan IHSG.

Kesimpulan

Ada sebuah kata kata bijak dalam investasi, yaitu “Some people say stock trading is dangerous. I say investing in anything with a lack of knowledge is dangerous”. Ini menunjukkan bahwa ketika berinvestasi, kita harus mendalami mengenai instrumen investasi tersebut. Jangan sampai hanya ikut – ikutan kata orang.

Tetap belajar. Salam Pelajar Saham!

Author

Write A Comment