Indikator Analisis Teknikal Saham – Walaupun para investor dan trader saham telah menggunakan analisis teknikal selama bertahun – tahun, komunitas akademik dan regulator baru saja mempergunakannya. Hal ini dikarenakan beberapa aplikasi dari analisis teknikal saham sangatlah subjektif sehingga susah untuk diformulakan. Oleh karena itu, izinkan saya untuk menjelaskan mengenai analisis teknikal saham sehingga Anda bisa mendapatkan banyak cuan!

1. Latar Belakang

Teknikal analisis menggunakan grafik yang menggambarkan pergerakan harga, frekuensi, dan volume penjualan ketika mengambil keputusan dalam trading saham. Menurut penganut ajaran ini, harga saham yang terbentuk adalah hasil dari interaksi penawaran dan penjualan yang terjadi secara real time.

Yang membuat analisis teknikal menjadi populer adalah seseorang tidak memerlukan pengetahuan yang mendalam mengenai saham ataupun instrumen investasi lainnya. Trader saham dapat mengambil keputusan sepanjang grafik menunjukkan potensi cuan yang baik. Teknikal analisis juga dapat digunakan dalam segala keadaan, trading harian, mingguan, atau bulanan.

Analisa teknikal dapat dianggap sebagai suatu bidang yang mempelajari tentang psikologi atau sentimen investor. Ketika fundamentalist berasumsi bahwa pasar modal bergerak secara efektif dan rasional (baca juga : cara analisis fundamental saham secara praktis), technicians (para trader) percaya bahwa investor seringkali bertindak secara emosional dan irasional serta cenderung untuk terus melakukan “kesalahanan” yang sama di masa depan.

Technicians percaya bahwa harga saham akan direfleksikan oleh kebiasaan investor … dan oleh karena itu, analisis teknikal juga dapat dianggap sebagai bidang yang mempelajari mengenai tren atau pola dari pergerakan pasar. Technicians percaya bahwa tren dan pola ini akan selalu berulang sehingga dapat diprediksi.

Salah satu prinsip dari analisis teknikal adalah hukum permintaan dan penawaran, yang selanjutnya terbentuk melalui partisipasi trader dalam aktivitas jual beli. Semakin tinggi volume dari transaksi trader, maka semakin besar impact dari transaksi tersebut terhadap harga saham. Apabila jumlah penjualan saham < jumlah pembelian saham, maka harga saham akan terbang tinggi. Sedangkan apabila jumlah penjualan saham > jumlah pembelian saham, maka harga saham akan terjun bebas.

Jadi bisa dikatakan bahwa transaksi jual-beli saham akan menentukan volume dan harga saham itu sendiri. Dampaknya terjadi real time dan seringkali sejalan dengan analisis fundamental.

Hal ini diperkuat melalui quote dari pemenang nobel George A. Akerlof dan Robert J. Shiller yang mengatakan bahwa, “untuk mengerti bagaimana ekonomi bekerja dan bagaimana kita mengaturnya, kita harus memperhatikan tren atau pola yang dilakukan oleh setiap orang. Sejalan dengan pandangan technicians bahwa emosi setiap orang akan mempengaruhi pergerakan harga pasar.

Salah satu kelebihan technicians dibandingkan fundamentalist adalah technicians menggunakan data yang kongkrit dan objektif (harga dan volume saham), sedangkan fundamentalist menggunakan laporan keuangan yang seringkali mengandung asumsi dan estimasi sehingga tidak lagi objektif. Namun perlu diingat bahwa semua menjadi subjektif ketika technicians & fundamentalist sedang melakukan analisa atas data tersebut.

2. Technical Analysis Tools

Alat bantu utama dalam analisis teknikal adalah grafik. Selanjutnya, kita perlu melakukan identifikasi atas indikator tertentu yang membentuk suatu pola atau tren untuk membantu Anda mengambil keputusan dalam jual beli saham.

2.1. Grafik

Grafik merupakan alat bantu utama dalam analisis teknikal. Grafik menyediakan informasi sejarah atas pergerakan harga dan menyediakan asumsi dasar mengenai kemungkinan pergerakan harga di masa depan. Ada banyak bentuk grafik yang dapat digunakan, tetap tenang saja … tim pelajar saham telah merangkum grafik dan cara menganalisa grafik yang paling populer.

  • Grafik garis

Grafik garis merupakan grafik yang paling populer dan paling mudah digunakan oleh para trader untuk melihat pergerakan harga saham selama ini. Pada umumnya, grafik saham menggambarkan harga penutupan selama janga waktu tertentu.

  • Grafik batang

Grafik batang menyediakan lebih banyak informasi bagi trader karena mengandung informasi harga tertinggi, harga terendah, harga pembukaan, dan harga penutupan saham dalam satuan waktu yang ditentukan … umumnya harian.

  • Candlestick chart

Chandlestick chart pertama kali ditemukan oleh orang Jepang, yang juga menemukan analisis teknikal pada tahun 1700an untuk memprediksi harga beras. Seperti halnya grafik batang, chandlestick chart juga mengandung informasi harga tertinggi, harga terendah, harga pembukaan, dan harga penutupan.

Seperti yang telah ditunjukkan pada gambar, garis vertikal memberikan informasi mengenai harga tertinggi dan harga terendah. Selanjutnya, apabila harga penutupan > harga pembukaan, maka badan candle bewarna hijau (atau transparan). Sebaliknya, apabila harga penutupan < harga pembukaan, maka badan candle bewarna merah (hitam).

Candlestick menjadi semakin populer karena memberikan visual grafis yang menarik sehingga dapat mempercepat analisa saham. Salah satu candllestick paling terkenal adalah “ formasi doji” yang terbentuk setelah jam perdagangan di bursa efek indonesia (IDX) berakhir.

Formasi doji adalah pola candlestick yang muncul ketika harga penutupan dan harga pembukaan saham sama atau hamprir sama. Formasi doje terbentuk ketika pasar sedang ragu mengenai pergerakan harga selanjutnya. Tren akan ditentukan oleh konfirmasi candlestick berikutnya. Apabila candlestick setelah doji bewarna hijau, maka harga saham diprediksi akan naik. Apabila candlestick setelah doji bewarna merah, maka harga saham diprediksi akan turun. (baca juga : cara menggunakan pola doji dalam trading saham)

2.2 Volume

Volume adalah salah satu karakteristik terpenting yang harus ada untuk setiap grafik di atas. Volume transaksi mengindikasikan kekuatan pasar dalam pergerakan harga saham. Apabila volume transaksi naik ketika harga saham juga naik, maka menunjukkan kombinasi yang baik dan kedua indikator tersebut menjadi konfirmasi atas kenaikan harga saham. Sebaliknya apabila harga saham naik dan volume transaksi turun, maka mengindikasikan bahwa harga saham sudah terlalu tinggi sehingga peserta tidak lagi tertarik untuk membeli saham tersebut.

2.3. Interval waktu

Pada dasarnya, Anda akan membaca grafik sesuai dengan keperluan Anda. Apabila Anda ingin trading harian, maka Anda dapat menggunakan interval waktu jam, menit, bahkan detik. Namun apabila Anda memilih untuk trading dalam jangka waktu yang panjang, maka Anda dapat memilih interval waktu harian, mingguan, bahkan bulanan. Saya sendiri mengawali analisis teknikal dari interval waktu yang panjang (harian/mingguan) dan baru melihat interval waktu yang lebih pendek (jam/menit) sehingga bisa membentuk keputusan yang lebih baik.

2.4. Pola & Trend

Saya merasa bahwa konsep dari Pola & Tren adalah aspek terpenting dalam analisis teknikal. Analisis pola & tren diciptakan berdasarkan pengamatan atas perilaku investor dalam trading saham. Selanjutnya tren tersebut dibagi menjadi 4, yaitu tren naik (uptrend), trend turun (downtrend), sideways, dan tidak ada trend. Jadi Anda perlu ingat bahwa mungkin saja suatu grafik tidak memiliki tren tertentu sehingga Anda harus menghindari pengambilan kesimpulan yang terlalu dini atas suatu saham. Masih ada ratusan saham di luar sana yang bisa Anda pilih!

Uptrend adalah suatu keadaan di mana harga saham sedang bergerak naik karena banyak trader yang ingin membeli saham tersebut walaupun harganya semakin mahal. Salah satu indikator uptrend adalah terbentuknya higher highs dan higher lows. Untuk menggambarkan garis uptrend, technicians perlu menarik garis yang menghubungkan harga terendah dari masing – masing candlestick. Apabila harga saham jatuh di bawah garis uptrend tersebut (5 – 10% di bawah), maka di sinyalir bahwa uptrend telah berakhir dan market akan berbalik arah.

Downtrend adalah suatu keadaan di mana harga saham sedang bergerak turun karena banyak trader yang menjual atau melepas saham mereka walaupun mereka mengalami kerugian. Salah satu indikator dari downtrend adalah lower low dan lower highs. Apabila harga saham naik di atas garis downtrend (5 – 10% di atas), maka disinyalir bahwa downtrend telah berakhir dan market akan berbalik arah ke atas.

Apabila saham diperdagangkan dan tidak ada uptrend atau downtrend dalam pergerakan harga, maka saham tersebut dikatakan mengalami sideways. Sideways mengindikasikan bahwa jumlah permintaan dan jumlah penawaran yang seimbang sehingga kita “susah” untuk mendapatkan cuan.

Salah satu konsep lain dari “pola & trend” adalah garis support dan garis resistance. Support adalah area yang dapat menghentikan penurunan harga saham, sedangkan resistance adalah area yang dapat menghentikan laju kenaikan harga saham. Garis support dan garis resistance tercipta karena investor memiliki konsensus mengenai harga dari suatu saham.

Apabila harga saham berhasil menembus support (terjadi breakout), maka support akan menjadi resistance. Sebaliknya apabila harga saham berhasil menembus resistance (terjadi breakout), maka resistance akan menjadi support. Kondisi ini disebut dengan “Prinsip Perubahan Polar”.

2.5 Siklus

Selama bertahun – tahun menggunakan analisis teknikal, para trader menyadari bahwa terdapat siklus yang berulang. Berikut adalah beberapa siklus saham yang paling terkenal.

  • Kondratieff Wave

Pada tahun 1920, Nikolai Kondratieff menemukan siklus terpanjang dalam analisis teknikal. Kondratieff menemukan bahwa ekonomi dunia barat memiliki siklus 54 tahun sekali. Walaupun setelah itu banyak peneliti lainnya yang juga melakukan riset tentang siklus ekonomi 50 – 60 tahunan, tapi Kondratieff Wave atau K Wave adalah yang paling terkenal.

  • Siklus 18 Tahunan

Siklus 18 tahuhan menjadi menarik karena K Wave terdiri atau tiga siklus 18 tahun. Siklus 18 tahun seringkali dikaitkan dengan pergerakan harga properti, tetapi terkadang juga ditemukan di pasar saham. (Baca juga : 8 Keuntungan Investasi Properti versi tim ngurusduit)

  • Decennial Pattern

Decinnial pattern atau siklus 10 tahun pertama kali ditemukan di DJIA. Berdasarkan siklus tersebut ditemukan bahwa harga saham pada tahun dengan akhir 0 akan selalu menunjukkan performa yang buruk, tetapi harga saham akan menunjukkan performa terbaik pada tahun yang berakhiran 5.

  • Siklus Pemilihan Presiden

Performance harga saham akan naik 3 tahun sebelum pemilihan presiden berlangsung. Salah satu justifikasinya adalah bahwa para calon presiden dan wakil presiden akan mengeluarkan budget promosi untuk mendukung pemilihan mereka dalam pemilu kelak. Pengeluaran budget promosi ini secara tidak langsung menjadi stimulus dalam ekonomi bangsa Indonesia.

  • Elliot Wave Theory

Teori Eilliot Wave ditemukan oleh Ralph Nelson Elliot yang berprofesi sebagai akuntan profesional sehingga terbiasa dengan angka dan statistik. Dalam teorinya, Elliot mengemukakan bahwa walaupun market bergerak tidak menentu, tetapi ada sebuah pola di dalamnya. Pola ini dijelaskan lebih lanjut dalam bukunya The Wave Principal dan telah berhasil membantu banyak trader saham untuk mendapatkan cuan.

3. Kelemahan Analisis Teknikal

Walaupun analisis teknikal dapat dengan mudah diimplementasikan dalam berbagai kesempatan, saya meyakini bahwa analisis teknikal mempunyai kelemahan yaitu :

  • Manipulasi market

Terkadang ada beberapa pihak yang memiliki kemampuan untuk me”manipulasi” market, tetapi jangan dipandang sebagai hal yang negatif. Misalnya saja IHSG turun lebih dari 50% di tahun 2020 ini karena adanya wabah COVID-19, sehingga pemerintah perlu turun tangan untuk menstimulus perekonomian agar IHSG tidak jatuh semakin dalam. (baca juga : apa itu IHSG?)

  • Illiquid aset

Illiquid aset berarti saham perusahaan tersebut tidak menarik untuk diperjualbelikan sehingga volume transaksinya sangat sedikit. Ingat sekali lagi! Analisis teknikal merupakan konsensus pasar atas suatu harga saham perusahaan. Apabila volume terlalu sedikit maka konsensus belum terbentuk, sehingga kita tidak bisa mengambil keputusan atas dasar analisis teknikal.

  • Perusahaan yang bangkrut

Walaupun jarang terjadi, perusahaan bisa saja terancam bangkrut atau pailit. Alasannya bisa bermacam – macam misalnya saja missmanagement sehingga tidak mampu membayar kewajiban atau hutang ke pihak ketiga. Saya melihat jurnal.id telah menjelaskan dengan baik pada artikel berikut.

Baca juga : 5 Aplikasi Yang Wajib Dimiliki Trader & Investor Saham

Itulah pembahasan awal mengenai analisis teknikal dasar untuk pemula. Semoga bermanfaat untuk Anda.

Author

Write A Comment